Cari Tahu Lebih Jauh Timeline Iki Opo? (Ini Apa?)

Lihat Timeline




Iki Opo? (Ini Apa?)

01.jpg

Kipo adalah salah satu jenis makanan ringan khas dari Kotagede Yogyakarta. Konon, makanan ini sangat digemari bangsawan kraton Mataram saat itu. Mengenai asal-usul nama Kipo, menurut cerita karena para bangsawan yang disuguhi dan menyantap makanan ini lantas bertanya, “Iki opo?” (ini apa?). Lama-lama makanan ini dikenal dengan nama Kipo, berasal dari Iki Opo. Jajanan berwarna hijau ini langsung habis sekali suap, karena hanya berukuran kecil. Terbuat dari beras ketan yang bila digigit terasa legit.

Bila berkunjung ke Kotagede, sempatkan mampir ke warung bu Djito di jalan Mondorakan yang memang sejak dahulu spesialis menyajikan Kipo. Di sana bisa melihat sendiri proses pembuatan makanan tradisional ini.

Kipo dibuat dari bahan ketan, santan, garam dan gula. Bahan-bahan tersebut dicampur dan diaduk-­aduk sampai rata hingga mendapatkan kekentalan yang diinginkan. Warna hijau pada adonan adalah warna alami yang berasal dari daun suji dan daun pandan. Tak mengherankan, aroma kipo begitu harum karena menggunakan daun pandan. Sementara untuk isiannya menggunakan kelapa muda yang dicampur gula jawa, yang dikenal dengan nama enten-enten.

02.jpg

Membuat kipo diperlukan ketelatenan, karena bentuknya kecil dan dikerjakan satu per satu.

Cara membuat Kipo sebenarnya cukup mudah. Hanya dibutuhkan kepekaan untuk menakar adonan yang pas untuk kulitannya, karena ukurannya yang kecil. Adonan untuk kulit cukup seukuran biji kelereng, kemudian diletakkan di atas daun pisang yang diberi minyak lalu pipihkan. Setelah itu diberi isian kemudian ditutup seperti membuat pastel.

Adonan yang sudah diberi isian tadi kemudian dipanggang di atas alat semacam penggorengan yang datar terbuat dari tanah liat. Setelah beberapa saat, lalu diangkat. Prosesnya memang cukup sederhana, namun tidak semua orang bisa dengan mudah mengerjakannya. Sungguh perlu ketelatenan dan cukup menyita waktu, karena Kipo  bentuknya kecil-kecil dan harus diproses satu per satu.

Satu bungkus Kipo yang dijual di warung bu Djito berisi lima buah, seharga Rp 1.200,- Manisnya gula jawa bercampur harum pandan dan kenyalnya kulit dari ketan terasa dalam satu gigitan. Sangat cocok disajikan sebagai teman minum teh atau kopi.

Di Kotagede tidak hanya keluarga bu Djito saja yang menjual Kipo. Ada beberapa tempat yang menjual makanan khas ini di sepanjang jalan Mondorakan. Tinggal pilih warung yang mana yang sesuai selera. Nikmati manisnya jajanan ini, dan Anda pun akan bertanya, "Iki opo?" Salam Kratonpedia.

03.jpg

Adonan dari beras ketan, dengan daun suji dan daun pandan sebagai pewarna hijau alami.

04.jpg

Isi kipo disebut enten-enten, terbuat dari parutan kelapa dan gula jawa.

05.jpg

Kulitan dari cuwilan adonan yang dipipihkan di atas daun pisang.

06.jpg

Diberi isian enten-enten.

07.jpg

Dilipat sehingga isian terbungkus kulitan.

08.jpg

Dipanggang di atas alas datar dari tanah liat.

10.jpg

Kipo manis yang sudah matang siap disantap.

11.jpg

Dibungkus untuk dibawa pulang.

(Teks dan Foto: Aan Prihandaya/Kratonpedia)






Aan Prihandaya
17 Feb 2012




Recent Articles

Arsitektur
Kabupaten Klaten
Kabupaten Klaten , terletak ditengah-tengah antara kota Solo dan Yogyakarta , merupakan jalur strategis yang pertumbuha


Arsitektur
Pasar Klewer
Pasar Klewer , pusat grosir batik Solo dan pasar tekstil yang mempunyai pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia dan


Tradisi
Pasar Gawok
Pasar Gawok , pasar tradisional ini terletak di Kabupaten Sukoharjo dengan keunikan adanya para pande besi yang membuat