Cari Tahu Lebih Jauh Timeline Sate Klatak, Sensasi Menghangatkan Malam

Lihat Timeline




Sate Klatak, Sensasi Menghangatkan Malam

01.jpg

Jam menunjukkan pukul 21.30 WIB ketika sinar lampu motor memecah kegelapan malam menuju wilayah selatan kota Yogyakarta. Hawa dingin yang menusuk kulit membuat jarak tempuh terasa jauh, namun justru membuat perjalanan kian menantang.  Hingga akhirnya setelah menempuh sekitar 12 km menyusuri  jalan Imogiri di selatan kota Yogyakarta, sampailah ke tempat tujuan, yakni di Pasar Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Setelah memarkir sepeda motor, bergegas menuju sisi ruang pojok los pasar yang menjadi target perburuan kali ini, dan keasyikan segera dimulai.

Menempuh jarak 12 km dari kota Yogyakarta di malam hari untuk sekedar makan sate? Wow, tentunya sate ini luar biasa, hingga harus rela menempuh perjalanan yang membuat mata menjadi merah oleh serangan angin malam.  Sate yang satu ini memang berbeda dengan sate yang ada kebanyakan, dan hanya bisa didapatkan di pasar Jejeran Wonokromo Pleret Bantul. Namanya sate Klatak.


Sate Klatak adalah sate yang berbahan dasar daging kambing. Yang membedakan sate tersebut dengan sate lainnya adalah bumbu dan cara pengolahan satenya. Sate Klatak tidak menggunakan bumbu kecap atau bumbu kacang seperti halnya sate umumnya, melainkan hanya dibumbui dengan bawang putih dan garam. Keistimewaan lainnya adalah pada cara pengolahannya. Daging kambing memang dimatangkan dengan cara dibakar, namun tusuk sate yang digunakan bukan dari bambu melainkan dari besi jeruji sepeda. Penggunaan jeruji ini dipercaya dapat menghantarkan panas yang baik sehingga daging dapat matang dengan sempurna.


Satu porsi sate klatak terdiri dari dua tusuk sate dengan potongan yang cukup besar dan satu piring nasi putih. Agar tidak terasa kering, biasanya disediakan kuah kaldu olahan daging kambing.


Adalah Mbah Ambyah yang pertama kali mempopulerkan sate klatak ini. Beliau memulai usaha ini sekitar tahun 1945-an, juga di pasar Jejeran, meskipun saat itu kondisinya tidaklah sebersih dan seterang seperti saat ini. Usaha  tersebut kemudian diturunkan pada anak-anaknya. Dan anak-anaknya menurunkan kepada cucu-cucunya. Dalam perkembangan popularitas sate klatak tersebut, saat ini di sepanjang jalan Imogiri terdapat puluhan warung warung sate yang sama, bahkan dengan kekuatan modal yang memadai hingga ada yang membangun restauran secara profesional. Adapun yang meneruskan usaha di lokasi mbah Ambyah sampai saat ini adalah anaknya yang bernama pak Yabit.


Pak Yabit yang sebelumnya hanya membantu ayahnya, pada tahun 80an akhirnya diserahi untuk bertanggung jawab penuh meneruskan usaha mbah Ambyah. Meskipun sebenarnya ia sanggup untuk membangun warung yang lebih luas dan representatif namun hingga kini ia tetap bertahan di los pasar Jejeran. Pernah ia berencana untuk pindah, namun banyak ditentang oleh pelanggan yang tidak ingin kehilangan sensasi makan sate sambil lesehan di dalam pasar.


Pak Yabit biasa membuka warung sore hari sekitar setelah maghrib dan tutup pada pukul dua hingga tiga dini hari. Dengan dibantu anak dan cucunya, dalam satu malam ia mampu menjual satu hingga satu setengah ekor kambing. Daging kambing yang ia siapkan pada sore harinya, biasanya akan habis pada sekitar pukul 21.00 dan setelah itu ia akan menyembelih lagi.


Sate klatak menjadi kuliner yang unik dan sekaligus mantap lezatnya untuk dicicipi bila sedang berkunjung ke Yogyakarta.  Sensasi duduk lesehan dengan gelaran tikar di dalam pasar tradisional, sambil menikmati sate kering dan teh nasgitel (panas, legi, kentel) gula batu sangat mengasyikkan dan menghangatkan. Salam Kratonpedia.

02.jpg

Daging kambing segar siap diolah.

03.jpg

Daging kambing diiris dalam ukuran yang cukup besar.

04.jpg

Potongan daging dibumbui dengan bawang putih yang telah dimemarkan.

05.jpg

Taburan garam membuat lezatnya sate lebih "terasa."

06.jpg

Daging ditata pada tusuk sate dari besi jeruji sepeda.

07.jpg

Sate siap dibakar.

09.jpg

Pak Yabit dibantu cucunya melayani pelanggan.

10.jpg

Sate Klatak siap disantap.

(teks dan foto: Aan Prihandaya/Kratonpedia)






Aan Prihandaya
09 Jan 2012




Recent Articles

Arsitektur
Kabupaten Klaten
Kabupaten Klaten , terletak ditengah-tengah antara kota Solo dan Yogyakarta , merupakan jalur strategis yang pertumbuha


Arsitektur
Pasar Klewer
Pasar Klewer , pusat grosir batik Solo dan pasar tekstil yang mempunyai pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia dan


Tradisi
Pasar Gawok
Pasar Gawok , pasar tradisional ini terletak di Kabupaten Sukoharjo dengan keunikan adanya para pande besi yang membuat